Share this article

Cryptic: Makhluk-makhluk Aneh nan Ganjil dalam Pameran Tunggal Made Kaek

Selasa, 05 Juli 2022 : 12:28
Editor Choice :

    Perupa Made Kaek (Foto: Dok Rumah Paro)

    BALIDELIGHT.COM – Makhluk-makhluk ganjil berkeliaran di atas kanvas. Ada yang berkaki satu, lidah menjulur, taring berdarah, rambut dan bulu berapi.

    Sejumlah karya seni rupa yang didominasi sosok aneh itu telah terpasang rapi di Rumah Paros, Banjar Palak, Sukawati, Gianyar. 

    Sang empunya karya, perupa Made Kaek bakal menggelar pameran tunggal karyanya tersebut yang diberi judul Cryptic; Sublimity of Made Kaek atau Cryptic: Sosok Samar Made Kaek. 

    Pameran bakal dibuka pada Sabtu, 9 Juli 2022 pukul 18.30. Wita oleh Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Bali I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan diisi dengan pertunjukan Kata Rupa penari kontemporer Agung Gunawan dan pembacaan puisi karya Dewa Putu Sahadewa.

    Selain 16 lukisan yang dikerjakan selama pandemi Covid-19, pameran ini juga menyajikan 19 pahatan batu paras yang merupakan alih rupa dari sketsa karya Made Kaek. Pameran akan berlangsung hingga 9 Agustus 2022 dan terbuka untuk umum.

    Kurator Dr. Wayan Sujana Suklu mengatakan Made Kaek bukan semata menyajikan karya seni rupa tetapi juga mempresentasikan diri sebagai seniman sekaligus penyedia sarana beraktivitas kesenian dan manajemen seni (art management).

    Sangat beralasan jika pameran ini digelar di Rumah Paros yang menjadi studio, galeri, dan residensi yang dioperasikan sejak 12 Desember 1999. Pengunjung pameran dapat melihat dari dekat fasilitas, arsip, jejak perjalanan berkesenian, maupun berbagai pernik di tempat tersebut.

    Salah satu karya Made Kaek.

    Suklu memandang pribadi seorang Kaek yang memainkan tiga ruang yakni personal, interaksi, dan sosial. Sebagai pribadi, Kaek tidak hanya membangun ilusi melalui karya-karya dua dimensi, tapi menjajaki ruang-ruang publik berinteraksi dan berkolaborasi. 

    “Kemudian spektrumnya meluas dengan membangun entitas di medan sosial seni berupa galeri dan manajemen seni. Ia mengembangkan diri sekaligus membuka kemungkinan berkolaborasi dengan seniman lintas bidang,” tutur Suklu yang juga sahabat Made Kaek ini, Selasa 5 Juni 2022.

    Suklu menyebut rumah dan studio menjadi laboratorium untuk eksplorasi ruang personal Kaek. Tempat ide dan konsep-kosep diluruhkan. Membuat desain breif, drawing, model, dan catatan-catatan yang kemudian dikembangkan ke karya dwimatra dan trimatra. 

    Interior-eksterior rumah beserta halamannya juga ia garap. Pada aras ini Kaek menghasilkan beberapa jenis kekaryaan di antaranya lukisan, drawing, sketsa, desain breif dan catatan-catatan konsep. 

    “Made Kaek mampu menggunakan otoritas personal untuk menuntaskan pekerjaanya, tanpa intervensi dari luar,” kata Suklu.

    Dalam pengamatan budayawan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra menikmati karya Made Kaek dari dua hal. Pertama, warna-warna otentik yang ia sebuat dalam melukis Kaek tidak menggunakan tetapi menciptakan warna. 

    Ia menyebut seperti kebanyakan pelukis hebat berbakat, Kaek pun telah melampaui tantangan meramu warna. Makanya, warna-warna lukisan Kaek berada di luar warna dasar yang lazim kita kenal.

    Kedua, lukisannya dipenuhi dengan sosok-sosok yang cryptic atau samar yang secara leksikal berarti kabur, sayup-sayup, tersembunyi, gaib, saru, dan kurang jelas. Enam arti itu ternyata perlu ditambah dalam pemakaiannya pada konteks lain dengan konotasi lain, misalnya ‘menyamar’, tidak saja berarti ‘menyembunyikan’ (diri) tetapi juga berkonotasi mengelabui, membuntuti, menghilangkan jejak. Kisah-kisah detektif atau kriminalitas banyak diwarnai dengan adegan atau tindakan penyamaran.

    Darma Putra yang juga Koordintaor Program Studi Doktor Kajian Budaya Universitas Udayana menjelaskan samar –dalam konteks kekaryaan Made Kaek– menjadi konsep yang menantang untuk mencari makna tanpa batas.

    “Kalau semuanya jelas, perjuangan menemukan makna akan berhenti, tidak ada lagi kreativitas. Dengan kata lain, samar bukanlah jawaban ketika makna tidak ditemukan atau relativitasnya disepakati, tetapi awal dari pencarian tiada henti yang mesti dinikmati,” tuturnya.

    Jadi, ada baiknya kita sama-sama menyimak bagaimana sosok samar yang dihadirkan dalam sejumlah karya pada pameran tunggal kedelapan Made Kaek ini.(***)   


    MADE KAEK


    Rumah Paros, Jl. Margapati, Banjar Palak, Sukawati, Gianyar, Bali

    Email : parosart449@gmail.com

    HP : 081236770176


    Pameran Tunggal:

    1995 : Pameran tunggal dan workshop di Okinawa, Jepang

    1997 : Pesona Bali Resort Seminyak, Bali

    2002 : Humanity and Eccentricity, Gallery Sembilan, Lodtunduh, Ubud

      Tree Monkey Cafe & Gallery, Ubud, Bali

    2006 : My Playful Journey, Ganesha Gallery, Four Seasons, Jimbaran, Bali

    2017 : MADE KAEK #50, VIN++ Seminyak, Kuta, Bali

    2021 : Amorfphous Made Kaek, JHUB Studio Art Space, Jimbaran Hub, Bali


    Pameran Bersama:

    Sejak 1989 aktif mengikuti pemaran bersama di dalam maupun luar negeri


    Awards:

    1990 : Young and Sport Minister of Indonesia

    1991-1992: Bali Art Festival

    1995 : Citra Usadha Indonesia Foundation Award


    Buku:

    2004 : 4+1=Venezia, Publisher: Wianta Foundation


    Share this article

    Latest

    View All